Pembelajaran Inovatif

Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)

Oleh:

Amram Rede*)

 

Abstrak

 

Proses globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari, dengan segala konsekwensi yang ditimbulkan. Bangsa dan negara akan dapat memasuki era globalisasi dengan tegar apabila memiliki pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan, terutama ditentukan oleh proses belajar mengajar yang berlangsung di ruang-ruang kelas atau sumber belajar yang lain. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru memegang peran yang penting. Guru adalah kreator dan fasilitator dalam proses belajar mengajar.

Guru adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik minatnya, mengekspresikan ide-ide dan kreativitasnya dalam batas norma-norma yang ditegakkan secara konsisten. Sekaligus, guru akan berperan sebagai model bagi peserta didik.

Tugas utama guru adalah mengembangkan potensi siswa secara maksimal lewat penyajian mata pelajaran. Setiap mata pelajaran, dibalik materi yang dapat disajikan secara jelas, memiliki nilai dan karakteristik tertentu yang mendasari tujuan pelajaran dari materi itu sendiri. Oleh karena itu, pada hakekatnya setiap guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran harus menyadari sepenuhnya bahwa menyampaikan materi pelajaran, ia harus mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) melalui PAKEM.

Paradigma Pembelajaran

Paradigma Pembelajaran di Era Digital

Oleh: Amram Rede

 

Abstrak

 

Tulisan ini disari dari beberapa sumber website. Bertujuan untuk memperkenalkan pergeseran paradigma pembelajaran sejalan dengan perjalanan waktu akibat dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Paradigma pembelajaran dimasa silam dapat dirumuskan sebagai berikut bahwa belajar secara formal hanya dapat dilakukan di dalam ruangan kelas; bahwa catatan-catatan penting sebagai file belajar hanya dapat disimpan di dalam buku catatan; bahwa sumber belajar hanya terdapat di sekolah dan perpustakaan; bahwa urutan materi pokok dalam silabus harus runut.; dan lain-lain paradigma. Paradigma seperti ini telah mengalami pergeseran yang sangat mencengangkan, akibat dari pemanfaatan teknologi informasi. Produk teknologi ini telah merambah ke masyarakat termasuk merambah kedalam kelas. Interaksi pembelajaran antara guru dan peserta didik dapat dilakukan dimana saja dengan memanfaatkan jejaring internet. Guru dan siswa cukup membawa laptop yang di dalamnya tertumpuk puluhan buku-buku, catatan-catatan, gambar-gambar yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Guru dan siswa tidak perlu berlangganan koran dan majalah. Cukup menyelipkan sim card GPS/GPRS kedalam laptop maka koneksi internet segera terhubungkan selanjutnya dapat mengunduh berbagai jenis koran dan majalah, dimanapun dan kapanpun.  Siswa berangkat ke sekolah cukup membawa flash disk (media penyimpan) dan MP3 sebagai media voice recording (alat rekam suara dan audi visual). Inilah paradigma belajar yang sedang dan akan terjadi. (full text, e-mail: amramrede@yahoo.co.id)

Paradigma Pembelajaran

Paradigma Pembelajaran di Era Digital
Oleh: Amram Rede

Abstrak

Tulisan ini disari dari beberapa sumber website. Bertujuan untuk memperkenalkan pergeseran paradigma pembelajaran sejalan dengan perjalanan waktu akibat dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Paradigma pembelajaran dimasa silam dapat dirumuskan sebagai berikut bahwa belajar secara formal hanya dapat dilakukan di dalam ruangan kelas; bahwa catatan-catatan penting sebagai file belajar hanya dapat disimpan di dalam buku catatan; bahwa sumber belajar hanya terdapat di sekolah dan perpustakaan; bahwa urutan materi pokok dalam silabus harus runut.; dan lain-lain paradigma. Paradigma seperti ini telah mengalami pergeseran yang sangat mencengangkan, akibat dari pemanfaatan teknologi informasi. Produk teknologi ini telah merambah ke masyarakat termasuk merambah kedalam kelas. Interaksi pembelajaran antara guru dan peserta didik dapat dilakukan dimana saja dengan memanfaatkan jejaring internet. Guru dan siswa cukup membawa laptop yang di dalamnya tertumpuk puluhan buku-buku, catatan-catatan, gambar-gambar yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Guru dan siswa tidak perlu berlangganan koran dan majalah. Cukup menyelipkan sim card GPS/GPRS kedalam laptop maka koneksi internet segera terhubungkan selanjutnya dapat mengunduh berbagai jenis koran dan majalah, dimanapun dan kapanpun. Siswa berangkat ke sekolah cukup membawa flash disk (media penyimpan) dan MP3 sebagai media voice recording (alat rekam suara dan audi visual). Inilah paradigma belajar yang sedang dan akan terjadi.