Pembelajaran Tematik pada Pokok Bahasan Pemanasan Global

Abstrak
Rede, Amram. 2010. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Tematik Pokok Bahasan Pemanasan Global untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup (Life Skills), Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Disertasi Program Studi Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Promotor, Prof. Dr. H. Yusuf Abdurrajak; Ko-Promotor I, Prof. Dra. Herawati Susilo, Ph.D.; Ko-Promotor II, Dr. Hedi Sutomo, SU.
Kata Kunci: pembelajaran tematik, kecakapan hudup, pemanasan global.
Pembelajaran tematik merupakan penerapan dari pendidikan holistik yang melihat sesuatu masalah dari berbagai sudut pandang. Pemanasan global (global warming) merupakan permasalahan yang kompleks dimana penanganannya harus ditangani secara holistik. Pembelajaran tematik dipandang sebagai pilihan yang tepat membelajarkan Pemanasan Global kepada siswa Sekolah Dasar.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran tematik pokok bahasan pemanasan global. Penelitian dibagi dalam dua tahap. Tahap penelitian pengembangan dan tahap penelitian eksperimen. Penelitian pengembangan bertujuan mengembangkan tema sentral pemanasan global menjadi beberapa sub-tema. Tahapan ini mengadopsi model pengembangan Kunandar. Selanjutnya setiap mata pelajaran dikembangkan mengacu model pengembangan Kemp yang telah diadaptasi.
Penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecakapan hidup, perbedaan prestasi belajar, dan perbedaan motivasi belajar pada 2 kelompok siswa, yaitu kelompok yang menggunakan perangkat pembelajaran tematik dan kelompok yang menggunakan perangkat pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes, rubrik, dan angket untuk memperoleh data skor prestasi belajar, skor kecakapan hidup, dan skor motivasi belajar. Uji hipotesis digunakan statistik analisis kovarian (Ancova) menggunakan bantuan program SPSS-PC 16 for Windows. Uji reliabilitas, validitas, tingkat kesukaran soal, dan indeks daya beda soal menggunakan statistik deskriptif .
Sebanyak 118 siswa kelas 5 yang berasal dari 4 SDN terjaring sebagai subjek penelitian. Ke 4 SDN terpilih berasal dari 23 SDN di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang yang menjadi sampel. Sampel pertimbangan (purposive sampling) digunakan dengan alasan ke 4 SDN terpilih berdekatan dengan stasiun BMKG sebagai salah satu sumber belajar pemansan global.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran tematik yang telah dikembangkan, potensial untuk diimplementasikan pada pokok bahasan pemanasan global guna meningkatkan hasil belajar, meningkatkan kecakapan hidup, dan meningkatkan motivasi belajar. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan perangkat pembelajaran tematik dengan kelompok siswa yang menggunakan perangkat pembelajaran konvensional pada semua variabel terikat.

Waspadalah pada Digital Informasi

Materi Seminar Menyiapkan Anak Tangguh di Era Layar Oleh Bu Elly Risman –Agustus 2009>

Bu Elly Risman dalam seminar Ramadhan yang lalu sudah memperingatkan pornografi adalah industri yang sangat menguntungkan para pelakunya, baik berupa media buku, foto/gambar dan video, maupun yang berupa game on line. Semua bisa diakses lewat internet. Maka Bu Elly sangat prihatin dengan kurang pekanya orang tua terhadap fasilitas yang diberikan pada anak pra baligh tanpa pengawasan ketat. Seperti Handphone yang bisa mengakses internet dan mendownload video, lap top dan komputer bermodem, dan juga TV/DVD set, yang semua bisa dimanfaatkan anak dengan bebas. Apa lagi jika kedua orang tua pergi bekerja setiap hari.

Tolong diperhatikan, dari info terdahulu tentang hasil survei yang Astaghfirullah..

Bu Elly : Data Komnas Anak dari sebuah propinsi Remaja SMP.. 93,7% pernah kissing, petting n oral. 62,7% tidak perawan. 21,2 % Remaja SMU pernah Aborsi.. Data anak SD kelas 4, 5, 6.. dari 1942 responden 67% telah terpapar pornografi lewat media.. Semua difasilitasi ortunya lewat pemberian HP canggih, tv-dvd dan akses internet tanpa pengawasan.

Bu Emmy Soekresno : “Innalillaahi wa innalillahi roji’un, turut berduka cita atas matinya kepekaan orangtua terhadap bom informasi porno bagi anak muslim. Ada penelitian banyak orang tua berpikir bahwa dengan memberikan semua yang diperlukan anak dan menyediakan anak rasa nyaman dan rasa aman akan membuat anak menjadi lebih bahagia. Akhirnya orang tua bukannya membuat anaknya bahagia tapi malah membantu anaknya untuk gagal.”

Anak kita kah..?? Ayah dan Bundanya ada.. Tapi mereka tiada…

Industri Pornografi siap membombardir anak-anak kita dan melahap mereka untuk jadi pelanggan tetap dengan membuat buah hati kita menjadi pecandu pornografi bahkan sebelum masuk masa baligh. Caranya mereka membuat :
1. Anak dan remaja memiliki Mental Model Porno = Perpustakaan Porno di dalam memori otak, lewat arus info digital yang pernah dilihat anak via berbagai media. Alih-alih berisi info dan pikiran jernih, otak anak penuh data porno yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja.
2. Anak pra-baligh ketagihan lihat porno, bahkan mereka terangsang untuk ejakulasi sebelum memperoleh mimpi basah. Menurut riset jika anak pra baligh sampai ejakulasi 33 – 36 kali maka jadilah mereka pecandu pornografi seumur hidup. A Future Market untuk industri pornografi.
3. Kerusakan otak permanen akibat adiksi porno yang tidak tertolong.

Pornografi dalam bentuk gambar, video dan game menyebabkan kecanduan yg membahayakan otak. Lebih dahsyat dari pengaruh kokain yg ‘hanya’ merusak otak di 3 titik. Pornografi dapat mengerutkan dan merusak otak di 5 titik. Menurut riset anak laki-laki lebih mudah terangsang dan menjadi pecandu bahkan sebelum akil baligh (8 th).. Apakah anda sudah memasang jala pengaman..?

Sumber pornografi : Internet, Program TV ga mutu (Sinetron,Tontonan Banci, Reality Show dsb) Iklan SMS 9090, Komik (eks golden boy), film bioskop, Games PS, Teman, Hape bs download game n video.. Banyak kan..

Data Lagi 52% Siswi SD haid di kelas 3-4.. 48% Siswa SD mimpi basah di kelas 5.. Sudahkah anda berdiskusi tentang seks dan pornografi pada mereka..?? Terutama urusan Thaharah (bersuci) setelah Janabah untuk anak laki-laki. Perempuan lebih mudah terdeteksi dan diajari. Mari kita dekati mereka sebelum tiba masa akil balighnya.. sehingga jika tiba waktunya, mereka hanya akan datang kepada kita sebagai satu-satunya tempat bercerita.

Bu Elly dengan tajam menandaskan banyak dari orang tua yang tidak siap menghadapi perkembangan anaknya. Beliau bertanya seberapa info yang kita miliki tentang kebutuhan anak di setiap tahap perkembangannya. Apakah kita menguasai informasi tentang tahapan perkembangan anak kita sendiri dan cara otak mereka bekerja..?? Apa yang sudah kita siapkan dalam membangun karakter/kepribadian anak demi masa depan mereka..??

Kelalaian orang tua yang sering terjadi pada sejumlah kasus/masalah perkembangan anak, termasuk pornografi adalah orang tua kurang :
– Waktu berkualitas yang cukup dengan anak . 20’ Parent/ weekend parent terutama sering lalai dengan waktu yang ‘cukup’ demi kesehatan lahir dan batin anak.
– Mengajarkan agama dan mengontrol penerapannya, sering sepenuhnya menyerahkan ke sekolah yang sudah terpadu.
– Tanggap teknologi, orang tua di rumah sering gagap teknologi, kalah canggih dengan anaknya. You must understand IT ti fight IT, tanpa itu kita tak punya kiat
– Pola asuh dengan komunikasi positif yang baik dan benar dengan anak dan remaja, selama ini kita ikut pola lama. Sadarlah kita harus mendidik anak sesuai eranya, maka di era ini update info tentang komunikasi pengasuhan anak sama primernya dengan memberi makan mereka, demi Character Building mereka.

Nasehat Bu Elly untuk membuat anak tangguh di era layar :
1. Sadari anak adalah titipan Allah, ada hak anak yang harus kita penuhi antara lain untuk dijauhkan dari Api Neraka sesuai firman Allah.
2. Sadari dan evaluasi kesalahan kita dalam pola asuh. Cobalah untuk Look in, jika ada kesalahan apa sebabnya, bahkan lihat jauh kebelakang saat kita dibesarkan. Apa kita sudah bersih dari hutang masa lalu yang mengotori hati kita saat mengasuh dan mendidik anak saat ini.
3. Libatkan pasangan, ayah dan bunda dalam dual parenting. Bersungguh-sungguh ingin berikan yang terbaik bagi anak, punya prinsip dan teguh menjalankan/menerapkannya
4. Perbaiki KOMUNIKASI dengan anak :
– Angkat Self Image anak jangan sampai mereka merasa saya tidak berharga
– Perbaiki Hubungan jangan sampai mereka merasa tidak ada yang mencintai saya apa adanya
– Perjelas Kebutuhan sebenarnya jangan sampai mereka merasa kebutuhan saya tidak pernah terpenuhi
– Pendidikan Seksual yang benar jangan sampai mereka merasa sex adalah kebutuhan yang paling penting di usia dini
5. Tarik kembali Ayah ke rumah, ayah harus mau minimal duduk 30’/minggu untuk diskusi dengan anak. Menghadirkan Allah dalam diri anak, bahas Quran dan Hadits. Persiapkan anak untuk menjadi remaja – dewasa yang sehat.
6. Persiapkan diri untuk minta maaf kepada anak atas setiap kesalahan dalam pola asuh yang pernah terjadi. Buat kesepakatan untuk berubah di sana-sini.
7. Simak dan buat list tentang pandangan anak terhadap pola pengasuhan kita dan harapan-harapan mereka dari kita.
8. Utarakan harapan-harapan kita sebagai orangtua kepada mereka.
9. Buat PRIORITAS bersama tentang hal-hal yang perlu dan akan segera diperbaiki.
10. Jelaskan tetang akibat pornografi terhadap otak
11. Ajak anak berolahraga untuk menyehatkan otak
12. Buat kesepakatan bersama tentang KOMUNIKASI yang menyenangkan antara orang tua dan anak. Dan tentang aturan-aturan main baru yang perlu dijalankan seputar fasilitas yang ada.

Jika anda berhadapan dengan anak yang mengalami kecanduan pornografi maka ada 4 hal yang mutlak dibutuhkan yaitu : 1.Keinginan untuk sembuh dari anak, 2.Dukungan keluarga , 3. Allah SWT harus dihadirkan dalam diri anak dan keluarga, 4.Terapis.

Bu Elly pun menyampaikan 12 langkah melawan pornografi untuk anak kita, yaitu :
1. Mengaku bersalah kepada diri sendiri
2. Mengharap hanya kepada Allah
3. Menyerahkan diri hanya ke dalam kekuasaan Allah
4. Menganalisa diri dengan jujur mengapa kecanduan pornografi
5. Memohon ampun secara khusus pada Allah
6. Menyiapkan diri untuk menerima pertolongan Allah
7. Memohon Allah untuk menghapus dosa-dosa
8. Meminta maaf pada orang lain
9. Melaksanakan puasa sunnah dan bersedekah demi ampunan Allah
10. Menyempurnakan evaluasi setiap malam dan bersyukur
11. Meningkatkan ketakwaan
12. Membantu orang lain keluar dari kecanduan yang sama

Apapun yang kita lakukan untuk anak, jika dalam pola asuh dan pendidikan anak di rumah gagal menghadirkan ketakwaan kepada Allah SWT, maka akan menghasilkan generasi yang rentan terhadap serangan apapun pada akhlaknya. Semoga dengan saling mengingatkan kita dapat menambahkan yang kurang dan memperbaiki yang salah.

Waspadalah pada Internet dan Digital Informasi Lainnya

Materi Seminar Menyiapkan Anak Tangguh di Era Layar Oleh Bu Elly Risman –Agustus 2009>

Bu Elly Risman dalam seminar Ramadhan yang lalu sudah memperingatkan pornografi adalah industri yang sangat menguntungkan para pelakunya, baik berupa media buku, foto/gambar dan video, maupun yang berupa game on line. Semua bisa diakses lewat internet. Maka Bu Elly sangat prihatin dengan kurang pekanya orang tua terhadap fasilitas yang diberikan pada anak pra baligh tanpa pengawasan ketat. Seperti Handphone yang bisa mengakses internet dan mendownload video, lap top dan komputer bermodem, dan juga TV/DVD set, yang semua bisa dimanfaatkan anak dengan bebas. Apa lagi jika kedua orang tua pergi bekerja setiap hari.

Tolong diperhatikan, dari info terdahulu tentang hasil survei yang Astaghfirullah..

Bu Elly : Data Komnas Anak dari sebuah propinsi Remaja SMP.. 93,7% pernah kissing, petting n oral. 62,7% tidak perawan. 21,2 % Remaja SMU pernah Aborsi.. Data anak SD kelas 4, 5, 6.. dari 1942 responden 67% telah terpapar pornografi lewat media.. Semua difasilitasi ortunya lewat pemberian HP canggih, tv-dvd dan akses internet tanpa pengawasan.

Bu Emmy Soekresno : “Innalillaahi wa innalillahi roji’un, turut berduka cita atas matinya kepekaan orangtua terhadap bom informasi porno bagi anak muslim. Ada penelitian banyak orang tua berpikir bahwa dengan memberikan semua yang diperlukan anak dan menyediakan anak rasa nyaman dan rasa aman akan membuat anak menjadi lebih bahagia. Akhirnya orang tua bukannya membuat anaknya bahagia tapi malah membantu anaknya untuk gagal.”

Anak kita kah..?? Ayah dan Bundanya ada.. Tapi mereka tiada…

Industri Pornografi siap membombardir anak-anak kita dan melahap mereka untuk jadi pelanggan tetap dengan membuat buah hati kita menjadi pecandu pornografi bahkan sebelum masuk masa baligh. Caranya mereka membuat :
1. Anak dan remaja memiliki Mental Model Porno = Perpustakaan Porno di dalam memori otak, lewat arus info digital yang pernah dilihat anak via berbagai media. Alih-alih berisi info dan pikiran jernih, otak anak penuh data porno yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja.
2. Anak pra-baligh ketagihan lihat porno, bahkan mereka terangsang untuk ejakulasi sebelum memperoleh mimpi basah. Menurut riset jika anak pra baligh sampai ejakulasi 33 – 36 kali maka jadilah mereka pecandu pornografi seumur hidup. A Future Market untuk industri pornografi.
3. Kerusakan otak permanen akibat adiksi porno yang tidak tertolong.

Pornografi dalam bentuk gambar, video dan game menyebabkan kecanduan yg membahayakan otak. Lebih dahsyat dari pengaruh kokain yg ‘hanya’ merusak otak di 3 titik. Pornografi dapat mengerutkan dan merusak otak di 5 titik. Menurut riset anak laki-laki lebih mudah terangsang dan menjadi pecandu bahkan sebelum akil baligh (8 th).. Apakah anda sudah memasang jala pengaman..?

Sumber pornografi : Internet, Program TV ga mutu (Sinetron,Tontonan Banci, Reality Show dsb) Iklan SMS 9090, Komik (eks golden boy), film bioskop, Games PS, Teman, Hape bs download game n video.. Banyak kan..

Data Lagi 52% Siswi SD haid di kelas 3-4.. 48% Siswa SD mimpi basah di kelas 5.. Sudahkah anda berdiskusi tentang seks dan pornografi pada mereka..?? Terutama urusan Thaharah (bersuci) setelah Janabah untuk anak laki-laki. Perempuan lebih mudah terdeteksi dan diajari. Mari kita dekati mereka sebelum tiba masa akil balighnya.. sehingga jika tiba waktunya, mereka hanya akan datang kepada kita sebagai satu-satunya tempat bercerita.

Bu Elly dengan tajam menandaskan banyak dari orang tua yang tidak siap menghadapi perkembangan anaknya. Beliau bertanya seberapa info yang kita miliki tentang kebutuhan anak di setiap tahap perkembangannya. Apakah kita menguasai informasi tentang tahapan perkembangan anak kita sendiri dan cara otak mereka bekerja..?? Apa yang sudah kita siapkan dalam membangun karakter/kepribadian anak demi masa depan mereka..??

Kelalaian orang tua yang sering terjadi pada sejumlah kasus/masalah perkembangan anak, termasuk pornografi adalah orang tua kurang :
– Waktu berkualitas yang cukup dengan anak . 20’ Parent/ weekend parent terutama sering lalai dengan waktu yang ‘cukup’ demi kesehatan lahir dan batin anak.
– Mengajarkan agama dan mengontrol penerapannya, sering sepenuhnya menyerahkan ke sekolah yang sudah terpadu.
– Tanggap teknologi, orang tua di rumah sering gagap teknologi, kalah canggih dengan anaknya. You must understand IT ti fight IT, tanpa itu kita tak punya kiat
– Pola asuh dengan komunikasi positif yang baik dan benar dengan anak dan remaja, selama ini kita ikut pola lama. Sadarlah kita harus mendidik anak sesuai eranya, maka di era ini update info tentang komunikasi pengasuhan anak sama primernya dengan memberi makan mereka, demi Character Building mereka.

Nasehat Bu Elly untuk membuat anak tangguh di era layar :
1. Sadari anak adalah titipan Allah, ada hak anak yang harus kita penuhi antara lain untuk dijauhkan dari Api Neraka sesuai firman Allah.
2. Sadari dan evaluasi kesalahan kita dalam pola asuh. Cobalah untuk Look in, jika ada kesalahan apa sebabnya, bahkan lihat jauh kebelakang saat kita dibesarkan. Apa kita sudah bersih dari hutang masa lalu yang mengotori hati kita saat mengasuh dan mendidik anak saat ini.
3. Libatkan pasangan, ayah dan bunda dalam dual parenting. Bersungguh-sungguh ingin berikan yang terbaik bagi anak, punya prinsip dan teguh menjalankan/menerapkannya
4. Perbaiki KOMUNIKASI dengan anak :
– Angkat Self Image anak jangan sampai mereka merasa saya tidak berharga
– Perbaiki Hubungan jangan sampai mereka merasa tidak ada yang mencintai saya apa adanya
– Perjelas Kebutuhan sebenarnya jangan sampai mereka merasa kebutuhan saya tidak pernah terpenuhi
– Pendidikan Seksual yang benar jangan sampai mereka merasa sex adalah kebutuhan yang paling penting di usia dini
5. Tarik kembali Ayah ke rumah, ayah harus mau minimal duduk 30’/minggu untuk diskusi dengan anak. Menghadirkan Allah dalam diri anak, bahas Quran dan Hadits. Persiapkan anak untuk menjadi remaja – dewasa yang sehat.
6. Persiapkan diri untuk minta maaf kepada anak atas setiap kesalahan dalam pola asuh yang pernah terjadi. Buat kesepakatan untuk berubah di sana-sini.
7. Simak dan buat list tentang pandangan anak terhadap pola pengasuhan kita dan harapan-harapan mereka dari kita.
8. Utarakan harapan-harapan kita sebagai orangtua kepada mereka.
9. Buat PRIORITAS bersama tentang hal-hal yang perlu dan akan segera diperbaiki.
10. Jelaskan tetang akibat pornografi terhadap otak
11. Ajak anak berolahraga untuk menyehatkan otak
12. Buat kesepakatan bersama tentang KOMUNIKASI yang menyenangkan antara orang tua dan anak. Dan tentang aturan-aturan main baru yang perlu dijalankan seputar fasilitas yang ada.

Jika anda berhadapan dengan anak yang mengalami kecanduan pornografi maka ada 4 hal yang mutlak dibutuhkan yaitu : 1.Keinginan untuk sembuh dari anak, 2.Dukungan keluarga , 3. Allah SWT harus dihadirkan dalam diri anak dan keluarga, 4.Terapis.

Bu Elly pun menyampaikan 12 langkah melawan pornografi untuk anak kita, yaitu :
1. Mengaku bersalah kepada diri sendiri
2. Mengharap hanya kepada Allah
3. Menyerahkan diri hanya ke dalam kekuasaan Allah
4. Menganalisa diri dengan jujur mengapa kecanduan pornografi
5. Memohon ampun secara khusus pada Allah
6. Menyiapkan diri untuk menerima pertolongan Allah
7. Memohon Allah untuk menghapus dosa-dosa
8. Meminta maaf pada orang lain
9. Melaksanakan puasa sunnah dan bersedekah demi ampunan Allah
10. Menyempurnakan evaluasi setiap malam dan bersyukur
11. Meningkatkan ketakwaan
12. Membantu orang lain keluar dari kecanduan yang sama

Apapun yang kita lakukan untuk anak, jika dalam pola asuh dan pendidikan anak di rumah gagal menghadirkan ketakwaan kepada Allah SWT, maka akan menghasilkan generasi yang rentan terhadap serangan apapun pada akhlaknya. Semoga dengan saling mengingatkan kita dapat menambahkan yang kurang dan memperbaiki yang salah.

Merancang Kembali yang Telah Musnah

Merancang Kembali yang Telah Musnah

Ketika masih kanak-kanak, saya sering sekali mengkhayal setiap kali menonton The Lost World, “Wah, seru sekali kalau punya dinosaurus peliharaan di rumah…”. Tentu saja anggota keluarga saya yang lain tertawa mendengar khayalan saya. “Maklum, anak-anak.”, mungkin begitu pikir mereka. Okelah, mungkin memang masih terlalu jauh untuk berpikir bagaimana cara membangunkan makhluk prasejarah itu. Untuk dinosaurus memang terlalu ekstrim, tapi ternyata cukup menjanjikan untuk banyak makhluk lain!

Beberapa tahun terakhir ini, dunia biologi membuka harapan besar untuk menghidupkan kembali satwa-satwa yang telah punah setelah Teruhiko Wakayama, seorang profesor biologi asal Jepang berhasil membuat kloning dari seekor mencit yang telah beku selama dua dekade. Para ahli genetika dan biologi molekuler pun berusaha untuk melakukan terobosan yang lebih spektakuler lagi, yakni merancang kembali makhluk hidup yang telah punah dari muka bumi! Ya, mulai burung Dodo (Raphus cucullatus) yang punah pada akhir abad ke-17, serigala Tasmania (Thylacinus cynocephalus), Quagga (Equus quagga) yang individu terakhirnya mati di kebun binatang Amsterdam tahun 1883, sampai beberapa subspesies dari harimau yang telah punah (Panthera tigris balica, Panthera tigris sondaica), bukan suatu hal yang mustahil lagi bahwa suatu saat nanti mereka akan kembali menjelajahi muka bumi ini. Para ilmuwan di San Diego, misalnya. Bermodal hanya sedikit jaringan yang diambil dari spesimen awetan banteng Jawa yang telah mati selama beberapa tahun, mereka berhasil mengisolasi DNA banteng Jawa tersebut dan memasukkannya ke sel telur sapi biasa. Hasilnya, dua ekor banteng Jawa dilahirkan dari rahim sapi biasa. Metode yang digunakan untuk hal itu adalah dengan meniru metode yang pertama kali dipakai untuk membuat domba kloning pertama, Dolly, yakni mengganti inti sel telur induk angkat dengan inti sel dari hewan yang hendak “dibangun”.

National Geographic bulan Mei 2009 ini menyajikan berita yang cukup menarik mengenai usaha para ilmuwan untuk membangkitkan kembali mamooth (ex.Mammuthus primigenius), sejenis gajah raksasa berbulu lebat yang pernah menguasai lingkaran kutub utara puluhan ribu tahun silam. Dengan ditemukannya spesimen utuh seekor bayi mamooth di Siberia dua tahun yang lalu, para ilmuwan berhasil memetakan lebih dari 70% genom mamooth yang merinci banyak hal dasar yang amat diperlukan untuk menghidupkan hewan kembali hewan purba itu. “Saya dulu tertawa mendengar Steven Spielberg (sutradara kawakan yang juga menangani pembuatan film The Lost World) berkata bahwa kloning binatang yang sudah punah tak bisa dihindari. Tapi kini saya tak lagi tertawa, setidaknya menyangkut mamooth. Ini bakal terjadi. Tinggal detailnya saja,” ujar Hendrik Poinar, pakar DNA purbakala dari McMaster University.

Dalam kasus membangunkan kembali binatang purba itu, pertama-tama haruslah didapatkan urutan DNA yang lengkap dari hewan punah yang hendak dibuat kembali. Urutan DNA ini amat panjang, bisa jadi terdiri atas milyaran pasangan basa (purin – pirimidin). Selanjutnya, para ilmuwan perlu membuat peta dari genom hewan tersebut. Keseluruhan genom itu kemudian harus diurutkan ulang berkali-kali untuk membuang DNA asing yang bukan berasal dari spesies tersebut. Kemudian, barulah DNA tersebut dikemas dalam benuk kromosom. Setelah memperoleh kromosom yang dapat digunakan, dapatlah dibuat inti sel sintetis yang nantinya (seperti yang diceritakan tadi) akan diselipkan ke sel tanpa inti dari induk angkatnya. Induk angkat tersebut diusahakan berkerabat dekat dengan hewan rancangan tadi, satu genus, atau setidaknya satu famili.

Untuk banyak spesies lain yang berlum terlampau jauh rentang waktu kepunahannya, hal itu jauh lebih mudah. Untuk serigala Tasmania, sejauh ini para ilmuwan telah berhasil membangun ulang sebagian besar dari DNA nya, terutama bagian yang membentuk bangun dasar tubuh. Dalam DNA berpenanda radioaktif yang disuntikkan ke tubuh beberapa hewan percobaan, terlihat bahwa DNA yang mengkode pembentukan tulang dan beberapa organ telah berhasil diisolasi. Karena itu, para ilmuwan terus mencari spesimen yang lebih utuh dan segar dari tiap-tiap hewan punah tersebut untuk membangun perpustakaan gen yang lebih lengkap. Pastilah, bicara soal menghidupkan lagi spesies yang telah punah dewasa ini tidak lagi dianggap science-fiction belaka.

Percayalah, keberhasilan membangkitkan kembali harimau Jawa, serigala Tasmania, burung Dodo, mamooth, bahkan dinosaurus(?) hanya tinggal menunggu waktu saja. Namun, letak permasalahannya bukanlah di situ, bukan soal teknologinya, tetapi lebih ke soal etis. Ketika kita berhasil mengklon hewan yang telah punah, kita akan mendapatkan hewan yang sebatang kara di kebun binatang, bukan di habitat aslinya yang memang sudah tidak ada. Perlu dipertimbangkan kembali baik dan buruknya membangunkan kembali spesies yang telah punah. Memang, keberhasilan seperti itu akan membawa terobosan yang amat revolusioner di bidang sains, khususnya biologi, akan tetapi secara etis masih banyak sekali yang perlu dipertimbangkan.

Entahlah bagaimana akhirnya nanti. Namun saya pribadi yakin bahwa tak lama lagi akan ada banyak spesies punah yang dapat dibangun kembali, tentunya dengan segala kontroversi yang menyertainya!

Referensi :
– National Geographic
– How To Build a Dinosaur: Extinction doesn’t have to be forever by Jack Horner, James Gorman

Pembelajaran Inovatif

Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)

Oleh:

Amram Rede*)

 

Abstrak

 

Proses globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari, dengan segala konsekwensi yang ditimbulkan. Bangsa dan negara akan dapat memasuki era globalisasi dengan tegar apabila memiliki pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan, terutama ditentukan oleh proses belajar mengajar yang berlangsung di ruang-ruang kelas atau sumber belajar yang lain. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru memegang peran yang penting. Guru adalah kreator dan fasilitator dalam proses belajar mengajar.

Guru adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik minatnya, mengekspresikan ide-ide dan kreativitasnya dalam batas norma-norma yang ditegakkan secara konsisten. Sekaligus, guru akan berperan sebagai model bagi peserta didik.

Tugas utama guru adalah mengembangkan potensi siswa secara maksimal lewat penyajian mata pelajaran. Setiap mata pelajaran, dibalik materi yang dapat disajikan secara jelas, memiliki nilai dan karakteristik tertentu yang mendasari tujuan pelajaran dari materi itu sendiri. Oleh karena itu, pada hakekatnya setiap guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran harus menyadari sepenuhnya bahwa menyampaikan materi pelajaran, ia harus mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) melalui PAKEM.

Paradigma Pembelajaran

Paradigma Pembelajaran di Era Digital

Oleh: Amram Rede

 

Abstrak

 

Tulisan ini disari dari beberapa sumber website. Bertujuan untuk memperkenalkan pergeseran paradigma pembelajaran sejalan dengan perjalanan waktu akibat dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Paradigma pembelajaran dimasa silam dapat dirumuskan sebagai berikut bahwa belajar secara formal hanya dapat dilakukan di dalam ruangan kelas; bahwa catatan-catatan penting sebagai file belajar hanya dapat disimpan di dalam buku catatan; bahwa sumber belajar hanya terdapat di sekolah dan perpustakaan; bahwa urutan materi pokok dalam silabus harus runut.; dan lain-lain paradigma. Paradigma seperti ini telah mengalami pergeseran yang sangat mencengangkan, akibat dari pemanfaatan teknologi informasi. Produk teknologi ini telah merambah ke masyarakat termasuk merambah kedalam kelas. Interaksi pembelajaran antara guru dan peserta didik dapat dilakukan dimana saja dengan memanfaatkan jejaring internet. Guru dan siswa cukup membawa laptop yang di dalamnya tertumpuk puluhan buku-buku, catatan-catatan, gambar-gambar yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Guru dan siswa tidak perlu berlangganan koran dan majalah. Cukup menyelipkan sim card GPS/GPRS kedalam laptop maka koneksi internet segera terhubungkan selanjutnya dapat mengunduh berbagai jenis koran dan majalah, dimanapun dan kapanpun.  Siswa berangkat ke sekolah cukup membawa flash disk (media penyimpan) dan MP3 sebagai media voice recording (alat rekam suara dan audi visual). Inilah paradigma belajar yang sedang dan akan terjadi. (full text, e-mail: amramrede@yahoo.co.id)

Paradigma Pembelajaran

Paradigma Pembelajaran di Era Digital
Oleh: Amram Rede

Abstrak

Tulisan ini disari dari beberapa sumber website. Bertujuan untuk memperkenalkan pergeseran paradigma pembelajaran sejalan dengan perjalanan waktu akibat dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Paradigma pembelajaran dimasa silam dapat dirumuskan sebagai berikut bahwa belajar secara formal hanya dapat dilakukan di dalam ruangan kelas; bahwa catatan-catatan penting sebagai file belajar hanya dapat disimpan di dalam buku catatan; bahwa sumber belajar hanya terdapat di sekolah dan perpustakaan; bahwa urutan materi pokok dalam silabus harus runut.; dan lain-lain paradigma. Paradigma seperti ini telah mengalami pergeseran yang sangat mencengangkan, akibat dari pemanfaatan teknologi informasi. Produk teknologi ini telah merambah ke masyarakat termasuk merambah kedalam kelas. Interaksi pembelajaran antara guru dan peserta didik dapat dilakukan dimana saja dengan memanfaatkan jejaring internet. Guru dan siswa cukup membawa laptop yang di dalamnya tertumpuk puluhan buku-buku, catatan-catatan, gambar-gambar yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Guru dan siswa tidak perlu berlangganan koran dan majalah. Cukup menyelipkan sim card GPS/GPRS kedalam laptop maka koneksi internet segera terhubungkan selanjutnya dapat mengunduh berbagai jenis koran dan majalah, dimanapun dan kapanpun. Siswa berangkat ke sekolah cukup membawa flash disk (media penyimpan) dan MP3 sebagai media voice recording (alat rekam suara dan audi visual). Inilah paradigma belajar yang sedang dan akan terjadi.